9 views



Socio Cultural Analysis for Developing Community Program in Extractives, Mining and Plantation Industry

Socio Cultural Analysis for Developing Community Program in Extractives, Mining and Plantation Industry

Jentra Dagen Hotel,  Yogyakarta | 04 – 06 March 2013 | IDR 5.800.000,
Jentra Dagen Hotel,  Yogyakarta | 06 – 08 May 2013 | IDR 5.800.000,- 
Jentra Dagen Hotel,  Yogyakarta | 19 – 21 August 2013 | IDR 5.800.000,
Jentra Dagen Hotel,  Yogyakarta | 16 – 18 October 2013 | IDR 5.800.000,-
Jentra Dagen Hotel,  Yogyakarta | 16 – 18 December 2013 | IDR 5.800.000,-

 

 

DESCRIPTION

Analisis sosio kutural pada dekade belakangan ini sangat dirasakan urgensinya bagi eksistensi perusahaan yang langsung berhubungan dengan komunitas tertentu. Begitu banyak berita tentang pertentangan, konflik, gesekan dan situasi tidak menyenangkan lainnya timbul dalam konteks relasi perusahaan dengan komunitasnya yang diasumsikan buruk. Semestinya secara proaktif perusahaan-perusahaan yang hadir di komunitas tertentu mampu mentransformasi keberadaan komunitas sebagai aset dan mitra bagi keberlangsungan operasional perusahaan secara berkelanjutan.

Suatu perusahaan, khususnya yang banyak terkait dengan aktivitas ekstraktif, sangat memerlukan adanya analisa secara mendalam terkait dengan aspek sosio kulturalnya dalam rangka mengatur hubungan sosialnya secara efektif dengan semua stakheholders di dalam lingkungan operasional dari perusahaannya. Dengan memahami konteks sosio kultural komunitas di sekeliling perusahaan, paling tidak akan memudahkan kegiatan operasional perusahaan di dalam dinamika relasi masyarakat yang semakin dinamis dan sangat beragam tuntutannya. Oleh karena itu, analisis sosio kultural merupakan hal mutlak yang perlu dilakukan oleh sebuah perusahaan manakala perusahaan tersebut beraktifitas.

Pelatihan ini dimaksudkan sebagai media pembelajaran atas  tools dan konsepsi teknikal bagaimana dan mengapa perlu adanya analisis sosio kultutral disertai cara-cara yang harus dilakukan dalam proses analisis disertai kegiatan penunjanganya.

WHO SHOULD ATTEND

Pimpinan dan Pemilik Perusahaan Tambang/Perkebunan/Ekstraktif lainnya, Konsultan Hukum, Staf dan Manajer bidang Hukum, External Relations, Public Relations, Government Relations, CSR and Community Development, Project/Site Manager, LSM, Tokoh Masyarakat, Polisi, Staf dan Pejabat Pemda dan pihak lainnnya yang terkait.

 

SUMMARY OUTLINE

  1. Konsep Analisa Sosio Kultural di Industri Ekstraktif
  2. Justifikasi Teknis dan Implementasinya
  3. Metodologi dan Teknik Analisis Sosio Kultural
  4. Rekayasa Sosial dalam Konteks Komunitas
  5. Perancangan Proyek Komunitas berbasis Aset dan Kebutuhan Lokal
  6. Analisis Dampak Sosial Budaya dan Intervensi Program Komunitas
  7. Developing Effective dan Participative Community-based Program

 

COURSE METHOD

  1.  Presentation
  2. Discuss
  3. Case Study
  4. Evaluation
  5. Simulation

 

COURSE SPEAKER

Irfan Riza, SE, MSc, MA (CM)

(Certified Mediator and Senior Consultant in Conflict Transformation, CSR based on ISO 26000, Social  Audit, Government Relations, Community Building and Development )

 

TIME & VENUE

  • Jentra Dagen Hotel,  Yogyakarta
  • 04-06 March 2013
  • 06-08 May 2013
  • 19-21 August 2013
  • 16-18 October 2013
  • 16-18 December 2013
  • 3 days

 

COURSE FEE

IDR 5.800.000,- Per Participant non residential

 

FACILITY

  1.  Module / Handout
  2. Certificate
  3. Souvenir
  4. Training Kit
My Fieldset
  1. (required)
  2. (valid email required)
 

cforms contact form by delicious:days

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • TwitThis
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
  • Y!GG
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • MySpace
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • YahooBuzz

Leave a Reply